my map

https://www.google.co.id/maps/@-7.5532988,110.7662994,189m/data=!3m1!1e3!4m2!5m1!1b1?hl=id

Wednesday, April 4, 2007

Ulama “tepung”

Seorang ulama dengan kemampuan ilmu, retorika, dan kredibilitasnya yang luar biasa, suatu ketika terlibat debat dengan istrinya. Ia mengatakan bahwa istri tidak punya peran yang mengantarkan dirinya sebagai seorang ulama yang disegani.

Merasa diremehkan, istrinya bertekad mengujinya untuk membuktikan bahwa seorang istri bagaimanapun pasifnya dia tetap punya andil besar bagi keberhasilan sang suami. Istri ulama tadi sudah terbiasa mandiri untuk memikirkan bagaimana agar dapur rumah tangga tetap “mengepul”.

Suatu ketika ia mencoba tidak memikirkan bagaimana usahanya agar memperoleh tepung yang akan digunakan untuk makanan sehari-hari. Ia sengaja memberitahu suaminya sore hari di saat sedang sibuk-sibuknya mempersiapkan bahan yang akan disampaikan dalam suatu kajian yang dihadiri oleh banyak orang penting.

Karena ada berita dari istri bahwa saat ini sudah tidak punya uang lagi untuk membeli tepung, maka jadi terpecahlah pikirannya. Yang satu harus mempersiapkan bahan yang sebaik-baiknya, yang kedua harus memikirkan malam itu juga dari mana harus mendapatkan uang untuk membeli hanya sekedar tepung untuk bahan makanan keluaga malam itu dan esok harinya.

Hingga fajar tiba, dua masalah itu belum juga ada titik terang penyelesaiannya. Akhirnya, dengan persiapan yang berantakan sang ulama tadi datang dalam forum kajian penting yang sudah direncanakan semula.

Tibalah saatnya dia harus berbicara, tidak seperti biasanya ia ucapkan basmalah dan disusul salam, syahadat dan sholawat. Tetapi ini sangat di luar kebiasaanya,

kata-kata pertama yang keluar dari mulutnya adalah “TEPUNG!"

Sejak peristiwa itulah ia baru menyadari bahwa istri punya andil yang besar dalam perjuangan suami. Dan sejak itu pula ia mendapat gelar yang luar biasa unik yaitu

ULAMA “TEPUNG”.

JANGAN REMEHKAN PERAN KELUARGA ANDA.....PADA PERJALANAN KARIER PROFESIONAL ANDA

10 comments:

iway said...

bwakakakakaka, gambarnya mana tahannnn :D

Anisa said...

Kok ada ya ulama macam gitu ? kenapa juga masyarakat mau nyebut dia ulama ? Ada apa gerangan dengan ulama itu ?

Yusuf Alam Romadhon said...

Buat Iway..
haaahaaahaaa... saya sendiri juga ketawa ngeliat pertama kali foto Jackson "Vaganza" 5...
Buat Anisaa..
ceritanya belum berakhir Anisa.. akhirnya dia insyaf...peran istri sangat besar bagi perjuangan dakwahnya....

Anisa said...

hehehe..iya dok, saya melihatnya dari sebelum insyaf..:D

vivi said...

saya berharap bukan cuman ulaman saja yang dapat membaca cerita ini untuk menjadi pelajaran dalam hidup tapi para suami-suami di negara indonesia tercinta ini dapat membaca pula agar dapat memberi masukan dalam kehidupan rumahtangga amiennnn... merdeka!!!!

Yusuf Alam Romadhon said...

Buat anisa
makasih ya...
Buat Vivi
makasih Vivi.. MERDEKA!!!

- Nilla - said...

Hahahaha... Mas, hubungan isi postingan sama fotonya apa, ya? ;D

Yusuf Alam Romadhon said...

buat Nilla
hubungannya sama-sama ada unsur keluarganya he he he

My Alter said...

menarik gambarnya mas....lucuw buanget...ga kebayang ngeliat Tora dengan senyum malu2 nya ha ha ha ha..:)
btw....saya setuju buanget dengan peran keluarga dalam perjalanan karier seseorang...meskipun tidak secara langsung.... seperti cerita di postingan ini...:)

Yusuf Alam Romadhon said...

buat My alter
ho oh aku gambarnya memang lucuw... makasih ya

Kebersamaan yang Indah Kita

Daisypath Anniversary Years Ticker

hanya bisa mengucapkan...

zwani.com myspace graphic comments