my map

https://www.google.co.id/maps/@-7.5532988,110.7662994,189m/data=!3m1!1e3!4m2!5m1!1b1?hl=id

Friday, April 15, 2011

lanjutan kasus etika bagi dokter dan profesi kesehatan

Kasus 4

Para bidan menolak menginformasikan ibu dan menyembunyikan kelainan kongenital bayi dari si ibu selama seminggu. Dengan membuat berbagaimacam alasan, mereka tidak menunjukkan bayi kepada si ibu. Hingga suatu ketika si ibu sangat marah, ketika dokter anak akhirnya datang dan menjelaskan bahwa si ibu melahirkan bayi yang mengalami kelainan. Si Dokter anak mengatakan “dari pengalaman saya anak-anak dengan jenis kelainan ini tidak mampu bertahan hidup lebih dari satu bulan.” Pada saat pasien menanyakan penyebab dari kelainan ini, dokter anak menjawab “Itu semua salah Anda, Anda tidak boleh hamil di atas usia 40 tahun”. Si ibu patah hatinya dan menangis. Dia meninggalkan rumah sakit 2 jam sesudahnya dengan pulang paksa.


kasus 5

Manajer perusahaan pesawat terbang nasional merasa khawatir mengenai perilaku dan kesalahan-kesalahan aneh dari seorang pilot senior. Sang manajer melakukan pencarian dan akhirnya menemukan nama dan alamat dokter keluarga sang pilot senior tersebut di tempat praktik pribadinya. Sang manajer menuliskan permintaan kepada sang dokter praktik pribadi agar sang dokter mau memberikan catatan mengenai terapi untuk sang pilot untuk masalah penglihatan dan psikologisnya. Ia secara khusus bertanya mengenai informasi yang berkaitan dengan penyalah gunaan obat. Sang dokter praktik pribadi tersebut memanggil sang manajer dan memberikan informasi mengenai sang pilot, tetapi menolak dalam bentuk tulisan karena tidak mendiskusikan masalah tersebut dengan pasien. Dua minggu sesudahnya sang dokter praktik pribadi tersebut menerima penawaran tiket penerbangan gratis untuk dirinya sendiri beserta istri untuk suatu resort liburan. Selanjutnya surat dari kantor humas penerbangan tersebut memberitahukan bahwa perusahaan telah melakukan promosi dan nama yang mendapatkan keberuntungan tersebut diseleksi secara acak dari nomor telefon. Sang dokter akhirnya berangkat menikmati perjalanannya beserta istri.


kasus 6

Seorang peneliti kedokteran yang berstase di rumah sakit untuk kepentingan penelitiannya mengambil sampel setiap spesimen darah untuk melakukan uji HBV (Hepatitis B virus). Pihak otoritas rumah sakit telah mengetahui apa yang dilakukan oleh sang peneliti, tetapi pasien tidak diberikan informed (consent) karena sang peneliti tidak mencatat nama pasien. Suatu hari karena rasa ingin tahunya, sang peneliti melakukan uji untuk HIV dan mendapatkan salah satu spesimen itu positif. Ia menjadi bingung apa yang harus dilakukan mengenai pengungkapan masalah penting ini. Akhirnya ia mengundang pertemuan dengan staf senior di rumah sakit untuk membahas permasalahan ini. Ia juga melibatkan pengacara terkenal dari kota untuk memberikan perspektif non medis mengenai masalah ini.



Sunday, February 20, 2011

Inspirasi Kasus-kasus Sensitif Etika

Berikut saya paparkan kasus-kasus sensitif untuk menjadi bahan diskusi bagi calon atau teman sejawat sekalian, Insya Allah akan saya uploadkan 6 kelompok isu etik

Kelompok 1 Privasi dan kerahasiaan pasien

pada kelompok ini, fokus isu etiknya pada aspek privasi dan kerahasiaan pasien

Kasus 1.

Seorang pasien dengan tekanan darah diastol 120 mmHg tidak mau mendatangi Puskesmas untuk menjalani pengobatan. Perawat memanggil kepala desa dan memintanya memaksa pasien untuk berobat. Dengan maksud menekankan beratnya kondisi kegawatan, perawat menjelaskan semua riwayat penyakitnya secara detil kepada kepala desa agar benar-benar membawa sang pasien

Kasus 2.

Petugas di catatan medis secara santai menyebut jenis penyakit seorang pasien pada temannya di rumah makan di desanya. Berita dari mulut ke mulut segera menyebar di seluruh desa mengakibatkan dibatalkan pertunangannya. Tunangan wanitanya menggugat di pengadilan sementara sang pasien melakukan bunuh diri. Sang petugas tidak sedikit pun merasa adanya penyesalan dengan kejadian ini. Ia berpendapat bahwa ia telah melakukan kewajiban publik dengan menghentikan potensi ketidakbahagiaan dalam pernikahan.

Kasus 3.

Seorang neurologis memberi tahu istrinya saat makan malam mengenai pengemudi bis sekolah yang lanjut usia, penderita penyakit Parkinson serta mendapatkan pengobatan dengan dosis tinggi untuk menekan tremornya. Pengobatan ini membuat pasien tertidur sepanjang hari. Istrinya menanyai nama dan mendapati bahwa pasien adalah pengemudi di perusahaan transportasi sekolah (istri neurolog ini) yang sering datang terlambat di tempat kerja dalam 2 minggu terakhir. Ia akhirnya mengizinkan si pengemudi ini esok harinya.

(Disarikan dari Prof Omar Hasan Kasule)

Kebersamaan yang Indah Kita

Daisypath Anniversary Years Ticker

hanya bisa mengucapkan...

zwani.com myspace graphic comments